Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Muhammad Nauval Firdaus aka Deadnauval, seniman muda asal Malang akan melaksanakan pameran tunggal pertamanya bertajuk “Menjagal Kewarasan”. Bekerja sama dengan Widandari Art Foundation dan Rumah Opa Foundation, acara ini bakal diadakan pada tanggal 30 Juli sampai 4 Agustus 2017. Sedangkan untuk venue sendiri, pihak penyelenggara memilih Ruang Kesenian Basilika di Jalan MT Haryono gang 9, eks pabrik keramik Dinoyo sebagai arena perhelatan pameran ini.

Sedikit kembali kepada berita sebelumnya, Nauval Firdaus sebagai seniman muda asal Malang merasa mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pameran tunggal. Tentunya ini merupakan sebuah langkah yang baik bagi seorang seniman muda untuk melaksanakan sebuah pameran tunggal di Kota Malang. “Menjagal Kewarasan” sendiri dipilih untuk merepresentasikan respons dalam dirinya sendiri akan kegelisahan dalam memandang berbagai isu-isu terkini di sekitarnya; di antaranya modernisme, lingkungan, sosial hingga pendidikan. Seperti misalnya, memandang dunia milik tuna netra dalam satu karyanya, atau menyindir modernisme dalam karya tentang media sosial yang seakan menciptakan topeng sendiri-sendiri bagi masing-masing penggunanya.

Pembukaan acara ini sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2017 pukul 18.30 WIB (atau 19.30 WITA bila anda di Bali atau 20.30 WIT bila di Maluku).Acara dibuka oleh penampilan unit Psychedelic ambient asal Malang yang sedang naik daun, MonoHero. Khusus pada pameran ini, MonoHero rencananya akan berkolaborasi dengan Melia Padma, seorang penari senior asal Malang. Lalu akan ada beberapa sambutan dari beberapa seniman Malang dan Nauval sendiri sebagai pengkarya.

Setelah acara pembukaan pada tanggal 30 Juli, pameran akan dibuka setiap hari dari tanggal 31 Juli sampai 4 Agustus 2017 dari pukul 16.00-22.00. Khusus pada tanggal 3 Agustus akan ada Artist Talk dan bedah karya oleh Nauval Firdaus pada pukul 19.30. Didampingi oleh salah seorang seniman Malang, Nauval akan berbicara dan menjawab pertanyaan mengenai karya-karya yang dipamerkan di pameran ini. Penutupan sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2017. Pada sesi penutupan, akan ada penampilan kolaborasi dari Malang Sub Noise dengan komunitas NoFlag Temple.

 

Beberapa Informasi lain:

  • Pameran ini terbuka untuk umum. Siapapun anda, apapun pilihan politik anda hingga hal-hal personal lainnya, semua boleh dan disambut dengan tangan terbuka untuk datang ke acara ini.
  • Pada dasarnya Harga Tiket masuk FREE, namun akan ada sebuah kotak apresiasi bagi penonton untuk merespons (dalam bentuk materi) apa yang mereka dapat dari pameran ini. Rencananya, sebagian dari hasilnya tersebut akan disumbangkan untuk sebuah desa tertinggal di Kota Malang. Sebagian lainnya untuk pengembangan ruang kesenian Basilika sendiri.
  • Mengenai venue, Ruang Kesenian Basilika sendiri yang bertempat di Jalan MT Haryono Gang 9/Jalan Keramik no.336; Eks Pabrik Keramik Dinoyo, Dinoyo, Malang merupakan ruang alternaif baru di Malang yang diharapkan menjadi wadah untuk acara-acara seni ke depannya. Tidak menutup kemungkinan, tidak hanya seni rupa saja namun juga seni musik dan tari dengan konsep pertunjukkan/pameran yang matang dan tertata.
  • Jika anda ingin camilan atau kelaparan melanda di saat metenteng di depan karya, santai, akan ada Warung Kopi khusus untuk memberikan inspirasi untuk sekedar berdiskusi atau bersilaturahmi.

 

(Artikel ini merupakan Press Release dari pameran Nauval Firdaus)

Advertisements